ShabbyDesain

Rabu, 09 September 2015

Perekonomian Jawa Barat

Jawa Barat selama lebih dari tiga dekade telah mengalami perkembangan ekonomi yang pesat. Saat ini peningkatan ekonomi modern ditandai dengan peningkatan pada sektor manufaktur dan jasa. Disamping perkembangan sosial dan infrastruktur, sektor manufaktur terhitung terbesar dalam memberikan kontribusinya melalui investasi, hampir tigaperempat dari industri-industri manufaktur non minyak berpusat di sekitar Jawa Barat.

PDRB Jawa Barat pada tahun 2003 mencapai Rp.231.764 miliar (US$ 27.26 Billion) menyumbang 14-15 persen dari total PDB nasional, angka tertinggi bagi sebuah Provinsi. Bagaimanapun juga karena jumlah penduduk yang besar, PDB per kapita Jawa Barat adalah Rp. 5.476.034 (US$644.24) termasuk minyak dan gas, ini menggambarkan 82,4 persen dan 86,1 persen dari rata-rata nasional. Pertumbuhan ekonomi tahun 2003 adalah 4,21 persen termasuk minyak dan gas 4,91 persen termasuk minyak dan gas, lebih baik dari Indonesia secara keseluruhan. (US$1 = Rp. 8.500,-).

Perekonomian Jawa Barat melambat cukup dalam pada triwulan I 2015 pada level 4,93% (yoy). Perlambatan pertumbuhan terjadi hampir pada seluruh komponen penggunaan seperti konsumsi rumah tangga, konsumsi lembaga non profit, investasi serta ekspor dan impor. Konsumsi rumah tangga terpantau melambat namun masih dalam kondisi yang cukup kuat. Di sisi lain, melambatnya ekspor produk manufaktur di tengah pemulihan ekonomi negara maju yang relatif lamban terpantau menjadi salah satu faktor utama perlambatan kinerja perekonomian Jawa Barat pada triwulan laporan.

Dari sisi sektoral, kinerja sektor utama Jawa Barat melambat pada triwulan I 2015 khususnya pada sektor perdagangan besar dan eceran. Sektor perdagangan besar dan eceran tercatat mengalami perlambatan. Sementara itu, melambatnya kinerja ekspor pada triwulan ini juga turut mendorong sektor industri pengolahan mengalami sedikit perlambatan pada triwulan laporan. Di sisi lain, meskipun masa panen padi di sentra pertanian Jawa Barat mundur ke triwulan II 2015, namun pada akhir triwulan I 2015terpantau sudah masuk masa panen sehingga kinerja sektor tersebut meningkat khususnya yang bersumber dari tanaman bahan makanan (tabama) dan menjadi penahan laju perlambatan yang lebih dalam

Bandung Lautan Api

Halo Gengs, di sini gue mau nyeritain secara singkat tengtang peristiwa penting yang ada di Bandung, baca kelancutannya ya gengks...
Peristiwa Bandung Lautan Api adalah peristiwa kebakaran besar yang terjadi di kota Bandung, provinsi Jawa Barat, Indonesia pada 23 Maret 1946. Dalam waktu tujuh jam, sekitar 200.000 penduduk Bandung. membakar rumah mereka, meninggalkan kota menuju pegunungan di daerah selatan Bandung. Hal ini dilakukan untuk mencegah tentara Sekutu dan tentara NICA Belanda untuk dapat menggunakan kota Bandung sebagai markas strategis militer dalam Perang Kemerdekaan Indonesia.


Pasukan Inggris bagian dari Brigade MacDonald tiba di Bandung pada tanggal 12 Oktober 1945. Sejak semula hubungan mereka dengan pemerintah RI sudah tegang. Mereka menuntut agar semua senjata api yang ada di tangan penduduk, kecuali TKR dan polisi, diserahkan kepada mereka. Orang-orang Belanda yang baru dibebaskan dari kamp tawanan mulai melakukan tindakan-tindakan yang mulai mengganggu keamanan. Akibatnya, bentrokan bersenjata antara Inggris dan TKR tidak dapat dihindari. Malam tanggal 21 November1945, TKR dan badan-badan perjuangan melancarkan serangan terhadap kedudukan-kedudukan Inggris di bagian utara, termasuk Hotel Homann dan Hotel Preanger yang mereka gunakan sebagai markas. Tiga hari kemudian, MacDonald menyampaikan ultimatum kepada Gubernur Jawa Barat agar Bandung Utara dikosongkan oleh penduduk Indonesia, termasuk pasukan bersenjata.

Ultimatum Tentara Sekutu agar Tentara Republik Indonesia (TRI, sebutan bagi TNI pada saat itu) meninggalkan kota Bandung mendorong TRI untuk melakukan operasi "bumihangus". Para pejuang pihak Republik Indonesiatidak rela bila Kota Bandung dimanfaatkan oleh pihak Sekutu dan NICA. Keputusan untuk membumihanguskanBandung diambil melalui musyawarah Madjelis Persatoean Perdjoangan Priangan (MP3) di hadapan semua kekuatan perjuangan pihak Republik Indonesia, pada tanggal 23 Maret 1946. Kolonel Abdoel Haris Nasoetionselaku Komandan Divisi III TRI mengumumkan hasil musyawarah tersebut dan memerintahkan evakuasi Kota Bandung. Hari itu juga, rombongan besar penduduk Bandung mengalir panjang meninggalkan kota Bandung dan malam itu pembakaran kota berlangsung.

Bandung sengaja dibakar oleh TRI dan rakyat setempat dengan maksud agar Sekutu tidak dapat menggunakan Bandung sebagai markas strategis militer. Di mana-mana asap hitam mengepul membubung tinggi di udara dan semua listrik mati. Tentara Inggris mulai menyerang sehingga pertempuran sengit terjadi. Pertempuran yang paling besar terjadi di Desa Dayeuhkolot, sebelah selatan Bandung, di mana terdapat gudang amunisi besar milik Tentara Sekutu. Dalam pertempuran ini Muhammad Toha dan Ramdan, dua anggota milisi BRI (Barisan Rakjat Indonesia) terjun dalam misi untuk menghancurkan gudang amunisi tersebut. Muhammad Toha berhasil meledakkan gudang tersebut dengan dinamit. Gudang besar itu meledak dan terbakar bersama kedua milisi tersebut di dalamnya. Staf pemerintahan kota Bandung pada mulanya akan tetap tinggal di dalam kota, tetapi demi keselamatan mereka, maka pada pukul 21.00 itu juga ikut dalam rombongan yang mengevakuasi dari Bandung. Sejak saat itu, kurang lebih pukul 24.00 Bandung Selatan telah kosong dari penduduk dan TRI. Tetapi api masih membubung membakar kota, sehingga Bandung pun menjadi lautan api.

Pembumihangusan Bandung tersebut dianggap merupakan strategi yang tepat dalam Perang Kemerdekaan Indonesia karena kekuatan TRI dan milisi rakyat tidak sebanding dengan kekuatan pihak Sekutu dan NICA yang berjumlah besar. Setelah peristiwa tersebut, TRI bersama milisi rakyat melakukan perlawanan secara gerilya dari luar Bandung. Peristiwa ini mengilhami lagu Halo, Halo Bandung yang nama penciptanya masih menjadi bahan perdebatan.

Beberapa tahun kemudian, lagu "Halo, Halo Bandung" secara resmi ditulis, menjadi kenangan akan emosi yang para pejuang kemerdekaan Republik Indonesia alami saat itu, menunggu untuk kembali ke kota tercinta mereka yang telah menjadi lautan api.

Sumber Daya Alam Jawa Barat

Menurut gue, Jawa Barat merupakan provinsi yang lebih maju dibandingkan provinsi lainnya yang ada di Indonesia, rakyat Jawa Barat juga mampu dan ingin membatu pemerintahan untuk turut memajukan provinsi mereka dengan turut berpartisipasi dalam segala kegiatan dan peraturan gubernur atau pemerintahan.

Sumber daya alam Jawa Barat cukup melimpah. Provinsi ini pada tahun 2006 memiliki lahan sawah ber-irigasi teknis seluas 380.996 ha, sementara sawah ber irigasi setengah teknis 116,443 ha, dan sawah ber irigasi non teknis seluas 428.461 ha. Total saluran irigasi di Jawa Barat sepanjang 9.488.623 km, Sawah-sawah inilah yang pada 2006 menghasilkan 9.418.882 ton padi, terdiri atas 9,103.800 ton padi sawah clan 315.082 ton padi ladang.  Di antara tanaman palawija, pada 2006 ketela pohon menempati urutan pertama. produksi palawija, mencapai 2.044.674 ton dengan produktivitas 179,28 kuintal per ha, Kendati demikian, luas tanam terluas adalah untuk komoditas jagung yang mencapai 148.505 ha, Jawa Barat juga menghasilkan hortikultura terdiri dari 2.938.624 ton sayur mayur, 3.193.744 ton buah buahan, dan 159.871 ton tanaman obat/biofarmaka.  Hutan di Jawa Barat juga luas, mencapai 764.387,59 ha atau 20,62% dari total luas provinsi, terdiri dari hutan produksi seluas 362.980.40 ha (9,79%), hutan lindung seluas 228.727,11 ha (6,17%), dan hutan konservasi seluas 172.680 ha (4,63%). Pemerintah juga menaruh perhatian serius pada hutan mangrove yang mencapai 40.129,89 ha, tersebar di 10 kabupaten yang mempunyai pantai. Selain itu semua, ada lagi satu hutan lindung seluas 32.313,59 ha yang dikelola oleh Perum Perhutani Unit III jawa Barat dan Banten. 

Dari hutan produksi yang dimilikinya, pada 2006 Jawa Barat memetik hasil 200.675 m³ kayu, meskipun kebutuhan kayu di provinsi ini setiap tahun sekitar 4 juta m³. Sampai 2006, luas hutan rakyat 214.892 ha dengan produksi kayu sekitar 893.851,75 m³. Jawa Barat juga menghasilkan hasil hutan non kayu cukup potensial dikembangkan sebagai aneka usaha kehutanan, antara lain sutera alat jamur, pinus, gerah damar, kayu putih, rotan, bambu, dan sarang burung walet. Di sektor perikanan, komoditas unggulan adalah ikan mas, nila, bandeng, lele, udang windu, kerang hijau, gurame, patin, rumput laut dan udang vaname. Di tahun 2006, provinsi ini memanen 560,000 ton ikan hasil budidaya perikanan dan payau, atau 63,63% dari total produksi perikanan Jawa Barat. 

Di bidang peternakan, sapi perah, domba, ayam buras, dan itik adalah komoditas unggulan di Jawa Barat. Data 2006 menyebutkan kini tersedia 96.796 sapi perah (25% populasi nasional), 4.249.670 domba, 28.652.493 ayam buras 5.596.882 itik (16% populasi nasional). Kini hanya tersedia 245.994 sapi potong di jawa Barat (3% populasi nasional), padahal kebutuhan setiap tahunnya sekitar 300 ribu sapi potong. Untuk memenuhi kebutuhan Jawa Barat harus mengimpor 150 ribu ternak sapi dari Australia setiap tahunnya, di samping berharap pasokan ternak hidup dari provinsi lain terutama Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah lstimewa Yogyakarta, Lampung, Bali, Lombok, dan lain lain. 

Dalam memaksimalisasi sektor peternaknya, Jawa Barat membagi kawasan pengembangan andalan peternakan ke dalam tiga wilayah, yaitu: 
1. Jawa Barat Bagian Utara untuk peternakan itik; 
2. Jawa Barat Bagian Tengah untuk sapi perah, ayam ras, dan domba; serta 
3. Jawa Barat Bagian Selatan untuk domba dan sapi potong, 

Provinsi ini memiliki banyak objek unggulan di bidang perkebunan, antara lain teh, cengkeh, kelapa, karet, kakao, tembakau, kopi, tebu, dan akar wangi. Dari semua jenis komoditas itu, cengkeh, kelapa, karet, kakao, tembakau, dan kopi merupakan komoditas unggulan nasional asal Jawa Barat. Dari sisi lahan, produktivitas terbaiknya, yakni luas areal tanam sama dengan Iuas tanaman yang menghasilkan, adalah komoditas tembakau dan tebu. Dari sisi produksi, produktivitas terbanyak adalah kelapa sawit (6,5 ton per ha) dan tebu (5,5 ton per ha). 

Jawa Barat juga menghasilkan produksi tambang unggulan. Pada 2006, berhasil dieksplorasi 5.284 ton zeolit, 47.978 ton bentonit, serta pasir besi, semen pozolan, felspar dan barn permata/gemstone. Potensi pertambangan batu mulia umumnya banyak terdapat di daerah Kabupaten Garut, Tasikmalaya, Kuningan, dan Sukabumi.

Sosial Budaya Jawa Barat

Hai guys ini postingan kita yang ke 4 lohh.. tentang social budaya yang ada  di Jawa Barat. Kalian tau gak si sosial budaya apa aja yang ada di Jawa Barat ? kita kasih tau yaaaa...
Jadiii sosial budaya di Jawa Barat itu ada dari suku nya, pakaian nya, makanan khas nya, tarian nya dan masih banyak lagiii.. nah di postingan kali ini kita mau ngasih tau ke kalian ..


Suku di Jawa Barat

  • Suku Sunda

Nah sekarang kita bahas suku sunda nih guys.Suku bangsa Sunda sering juga disebut orang Priangan. Masyarakat nya banyak yang tinggal di daerah Jawa Barat, mulai dari kota-kota besar Bandung, Bogor, Sukabumi, Tasikmalaya, sampai ke desa-desa. Rumah mereka itu rapat rapat, jadi rasa kekeluargaan nya masih terasa. Biasanya daerah mereka itu bisa disebut babakan karna rumah nya berkelompok. Kelompok-kelompok rumah itu biasa nya dibilang desa/ pedesaan. Jumlah populasi suku bangsa Sunda sekarang sulit dipastikan. Tapi kira kira paling sedikit ada sekitar 20 juta jiwa. Banyak juga ya guys.

  • Suku Betawi

Kalo yang ini suku yang kalo ngomong itu belakang nya suka pake huruf “E”, siape lagi kalo bukan  SUKU BETAWI gengss.Nama Betawi dulunya berasal dari kata Batavia, yaitu nama kota Jakarta pada zaman penjajahan Belanda dulu. Orang suku Betawi sebenarnya itu suatu suku bangsa baru yang terbentuk dari campuran berbagai suku bangsa lain sejak zaman Jakarta masih menjadi pelabuhan yang namanya Sunda Kelapa, terus diubah oleh Belanda jadi Batavia. Suku bangsa ini dulu mungkin asalnya dari orang-orang Melayu, Sunda, Jawa, Bugis, Makasaar, Bali, Ambon dan ras lain seperti Arab, Cina, Portugis dan sebagainya. Tapi sekarang masyarakat Betawi masih bisa ditemui di beberapa tempat dalam kota Jakarta, tapi sih kebanyakan udah lebih memilih tempat tinggal di pinggir wilayah Jakarta, misalnya di Cisalak, Tambun, Bekasi, Tangerang, dll. Jumlah populasinya sekarang juga susah dihitung, sangking banyak nya kali ya hehehe :D mungkin jumlahnya sekarang sekitar 778.953 jiwa.

  • Suku Baduy 

Orang Baduy  juga termasuk suku bangsa Sunda loh guys, karena sebagian besar unsur budaya dan bahasanya sama dengan kebudayaan Sunda. Masyarakat Baduy terbagi jadi 2 kelompok, yaitu kelompok Baduy dalam yang disebut juga Urang Kejeroan, dan kelompok Baduy luar yang disebut juga Urang Kaluaran atau Urang Panamping. Kampung orang Baduy dalam hanya ada tiga buah dan semuanya terletak di wilayah tanah adat yang mereka sebut sebagai taneuh larangan (tanah larangan), yaitu kampung Cikeusik, Cikartawana dan Cibeo. Kelompok Kaluaran ada di  kampung-kampung yang berada di luar tanah larangan, kaya ada di Cibengkung, Kaduketug dan Curugseor. Perkampungan orang Baduy Dalam biasanya sering di kenal  jadi prototipe perkampungan masyarakat Sunda zaman dulu, yaitu memanjang di kedua sisi sebuah lapangan, lalu di kedua ujung lapangan itu terletak dua bangunan utama berhadap-hadapan, yang satu  adalah bale (bangunan besar tempat untuk terima tamu), dan yang satu nya lagi itu  rumah sang pu'un (pemimpin spritual masyarakat Suku Baduy).

  • Suku Jawa

Nah sekarang kita ngomongin yang manis manis nih, yang pasti nya suku Jawa hehe.. orang Jawa itu biasanya terkenal atau nama hitz nya Wong Jowo atau Tiang Jawi. Jumlah populasinya paling banyak dibandingkan dengan suku-suku bangsa lain, dan wilayah asal sama wilayah persebarannya di seluruh Indonesia juga paling luas guys, kebayangkan tuh banyak banget orang Jawa di Indonesia.. Program transmigrasi penduduk Jawa ke pulau-pulau besar lain udah dimulai oleh pemerintahan jajahan Belanda sejak abad ke-18, seperti transmigrasi orang Jawa ke perkebunan besar di sekitar Deli Serdang di Sumatera Utara dan ke daerah provinsi Lampung. Pada abad itu banyak juga orang Jawa yang dibawa ke berbagai perkebunan di Suriname (Amerika Selatan), ke Afrika Selatan, dan ke Haiti di Lautan Teduh (Pasifik).

  • Suku Cirebon

Suku Cirebon adalah salah satu suku bangsa yang terdapat di provinsi Jawa Barat, yang banyak di kota Cirebon dan tersebar di kabupaten Cirebon, tapi ada juga loh di kabupaten Indramayu, kabupaten Majalengka wilayah "Pakaleran", dan juga di kabupaten Kuningan, kabupaten Subang, kabupaten Krawang, sampe ke wilayah kabupaten Brebes provinsi Jawa Tengah. Populasi suku Cirebon ini diperkirakan lebih dari 1,9 juta orang. Banyak juga ya guyss


Baju Adat Jawa Barat

Okeee guys sekarang ngomongin baju adat nih.. biasa nya kalo baju adat gini di pake pas kita ada acara kartini an di sekolah doang haha ( anak sekolahan banget ). Oh iya sampe lupa, ini postingan kita yang ke 5 lohh , jangan bosen bosen yaaa guys :D Provinsi Jawa Barat yang ibukota Provinsi nya terletak di Bandung punya  beberapa suku, diantaranya Suku Sunda yang jadi suku mayoritas dan suku Badui yang dibedakan menjadi Suku Badui Dalam dan Suku Badui Luar. Bisa di liat ya guys gambar di bawah nih contoh baju adat nya 


Pakaian Adat Pria Jawa Barat
  1. Terdiri dari baju jas dengan kerah menutup leher yang biasa disebut dengan JAS TAKWA.
  2. Kain batik atau lebih dikenal dengan nama KAIN DODOT dengan motif bebas.
  3. Celana panjang yang sewarna dengan JAS TAKWA
  4. Penutup kepala / BENDO
  5. Kalung
  6. Sebilah keris yang terselip di belakang pinggang
  7. Alas kaki atau selop
  8. Rantai kuku macan atau jam rantai sebagai hiasan JAS TAKWA

Pakaian Adat Wanita Jawa Barat
  1. Baju kebaya motif polos dengan hiasan sulam atau manik-manik
  2. Kain batik atau disebut juga KAIN KEBAT DILEPE.
  3. Ikat pinggang, biasa disebut BEUBEUR yang fungsinya untuk mengancangkan kain KEBAT DILEPE
  4. Selendang, biasa disebut KAREMBONG yang berfungsi sebagai pemanis.
  5. Beberapa hiasan kembang goyang yang menghiasi bagian atas kepala serta rangkaian bunga melati yang menghiasi sanggul rambut
  6. Kalung
  7. Alas kaki / selop yang warnanya sama dengan warna kebaya


Kalo yang ini sih bagian yang di tunggu tunggu haha. Sekarang kita bahas makanan khas Jawa Barat. Lebih tepat nya si cemilan nya, kalo cewek kan suka nya ngemil tuh jadi yaa pas banget deh sama bahasan kita kali ini.

Ini itu nama nya colenak. Colenak adalah salah satu makanan khas Jawa Barat yaitu kota Bandung. Makanan ini terbuat dari bahan dasar tape singkong atau peuyeum yang dibakar juga bisa loh guys. Cara penyajian nya itu dituangi saus gula kelapa. Kenapa namanya colekan ? kalian pasti penasaran kan ? karena berasal dari bahasa sunda yaitu dicocol enak, gara-gara arti nya itu jadi dinamain nya  colenak. Makanan ini rasa nya ituu hmm enak banget dan citarasa nya itu khas yaitu dari rasa gosongnya, bagian itulah yang bikin kita ketagihan. 


Bikin colenak gampang kok guys, bahan bahan nya juga gak susah. Ikutin aja cara nya dibawah ini:
Bahan Utama :
  • 500 gr tape singkong
  • 2 sendok makan margarine
Bahan Saus :
  • 350 ml santan kelapa kental
  • 2 lembar daun pandan ( dicuci bersih )
  • 1/2 buah kelapa yang belum terlalu tua ( diparut )
  • 200 gr gula merah ( diiris terlebih dahulu )
  • 1/4 garam halus
Cara Membuat Colenak Khas Bandung :

Tape Singkong Panggang :
  1. Tape singkong dipipihkan terlebih dahulu
  2. Kemudian panggang tape singkong diatas wajan datar yang dioles margarine tunggu sampai berwarna kecoklatan sambil dibolak balik ( lakukan sampai selesai ) sisihkan

Saus :
  1. Rebus santan gula merah dan daun pandan tunggu sampai mendidih sambil diaduk
  2. Tambahkan garam sambil terus diaduk sampai gula benar-benar mencair 
  3. Masukkan buah kelapa yang sudah diparut kedalam rebusan gula merah aduk-aduk sampai kental

Penyajian :
  1. Ambil tape singkong yang sudah dipanggang lalu ditata diatas piring penyajian
  2. Tuang saus gula kelapa diatas tape singkong
  3. Colenak khas Bandung siap dinikmati



Udah di baca kan guys cara buat nya, abis dibaca dicoba bikin yaa colenak nya. Dijamin ketagihan dehhh!! Oh iya jangan lupa juga cobain colenak yang langsung, tapi beli nya di Bandung yaa :D

Sejarah Jawa Barat Tempo Dulu

Loe tao gak sehh? Apa yang bisa diperoleh dari masa lalu? Selain kenangan tentulah cermin bagi kita untuk melihat perubahan-perubahan yang terjadi. Mari menyusuri penggalan sejarah Bandung tempo dulu. Ada beberapa lokasi yang dapat dilihat di Kota Bandung sebagai berikut ini.



 ASIA-AFRIKA


Jalan Asia-Afrika (dulunya Jalan Raya Pos) merupakan awal berdirinya Kota Bandung. Di sinilah tahun 1810 Gubernur Jenderal Hindia-Belanda, Herman Willem Daendels, menancapkan tongkat di suatu titik di sisi De Groote Postweg. Titik itu kemudian dikenal dengan nama Kilometer 0. Daendels pun membujuk Bupati Bandung ke-6, Raden Wiranatakusumah II, untuk mindahin  ibukota Bandung dari Karapyak (16 km selatan Bandung) ke lokasi alun-alun sekarang ini. Kilometer 0 letaknya tak jauh dari pelataran Hotel Grand Preanger.


HOTEL SAVOY HOMANN
Savoy Homann Merupakan hotel pertama di Bandung, hotel ini awalnya dimiliki dan dijalankan oleh keluarga Homann dari Jerman. Bermula dari bangunan bambu, hotel itu kemudian direkonstruksi ke gaya neogothik romantik yang sedang populer kala itu. Tahun 1939, A.F. Aalbers ditugaskan mendesain ulang ke gaya streamline art deco. Hotel ini juga menjadi tempat peng[;pljinapan pemimpin Asia dan Afrika kala Konferensi Asia-Afrika diselenggarakan di Bandung tahun 1955.


SUNGAI CIKAPUNDUNG
Sungai Cikapundung menjadi salah satu alasan mengapa Deandels memindahkan ibukota yang lama ke alun-alun. Sungai bersejarah ini merupakan sumber bagi warga dalam mencari sumber air. Pada zaman prasejarah, saat Danau Besar Bandung masih ada, sungai ini berada 30 meter di bawah permukaan danau. Manusia prasejarah yang tinggal di perbukitan utara biasa menyeberangi danau sebelum tiba di selatan Bandung untuk suatu urusan.





ALUN-ALUN
Alun-alun dianggap sebagai taman publik pertama di Bandung. Konsepnya sama dengan beberapa kota di Jawa lainnya, yakni Catur Gatra. Di sebelah selatan ada Rumah Pendopo sebagai pusat pemerintahan, sebelah barat ada tempat peribadatan monumental (Mesjid Agung), di sisi timur ada pusat aktivitas komersial (Palaguna dan beberapa bioskop), serta di sisi utara didiami rumah penjara (Banceuy). Penjara Banceuy yang dibangun tahun 1877 itu diruntuhkan tahun 1984. Sebagai penanda bahwa di sini pernah dibangun sebuah penjara, disisakanlah sebuah menara pengawas di pinggir jalan berpagar besi dan rantai. Itu yang tampak dari luar. Sedangkan di dalam kompleks pertokoan kita bisa melihat ruang sel contoh, yang kebetulan dulu ditempati Soekarno.




KANTOR POS BANDUNG DAN GEDUNG BANK MANDIRI
Kantor Pos yang dibangun pada 1928 ini masih difungsikan seperti dulu—Posten Telegraf Kantor. Bangunan bergaya geometric art deco ini merupakan rancangan J. Van Gent. Sedangkan Gedung Bank Mandiri awalnya adalah Bank Escompto. Inilah bank pertama di Bandung yang melayani warga maupun tuan tanah Parahyangan. Menara uniknya di sisi barat diberi aksen dua jam bundar kecil.




BRAGA
Sepenggal jalan ini menjadi ikon Bandung. Dulu setiap sore jalan ini dipadti pejalan kaki yang hendak bragaderen (ABG kini menyebutnya mejeng). Toko-toko yang ada di sepanjang jalan ini didirikan untuk memenuhi kebutuhan barang-barang penduduk Bandung yang kebanyakan dari Eropa. Maka, diimporlah makanan dan minuman, pakaian dengan model terkini, dan mobil mewah.



TAMAN DEWI SARTIKA
Taman ini dibuat 1864 dan letaknya menyatu dengan Kantor Kodya Bandung yang bergaya geometric art deco.Inikah yang membuatnya ia dijuluki "The Fifth Avenue of the East"? Yang jelas, Braga merupakan satu dari tiga jalan pertama di Bandung (lainnya Jalan Asia-Afrika dan Jalan Merdeka).





TAMAN LALU LINTAS
Taman Lalu Lintas yang dibangun tahun 1910-an ini awalnya bernama Insulinde Park dan digunakan sebagai tempat upacara bagi militer Hindia Belanda. Ya, kawasan ini merupakan kawasan militer. Jangan sembarangan memotret kalau tidak ingin kamera Anda diminta penjaga.




TAMAN MALUKU
Sedangkan Taman Maluku aslinya Molukkenpark. Yang khas di sini adalah patung pendeta militer Belanda, Verbraak, di sudut utaranya. Omong-omong, dulu taman ini terkenal dengan warianya. Jika melintas malam-malam di sini, dijamin banyak penggoda yang menggoyahkan iman.






GEDUNG SATE
Inilah penanda Bandung, yang sering gambarnya dijadikan kartu pos. Gerber merancang gedung paling monumental di Indonesia ini dalam gaya Indo-Eropa, memadukan bermacam gaya moorish Spanyol, renaissance Italia, art deco, dan Sunda. Gedung ini dibangun secara diagonal menghadap Gunung Tangkuban Perahu.